Pentingnya Mental Health di Masa Pandemi

 

Pentingnya Mental Health di Masa Pandemi 


Mental health adalah topik yang cukup sering didengar belakangan ini. Pandemi virus COVID-19 ini membawa banyak kecemasan dan ketakutan seperti kekhawatir akan tertular, kehilangan orang terdekat, dan kehilangan pekerjaan. Selain itu, pemberlakuan PSBB, work from home, dan social distancing juga dapat menyebabkan kita merasa kesepian dan dapat meningkatkan stress dan kecemasan. Jika tidak dijaga, kesehatan mental kita dapat terganggu.

Kita tidak bisa berkata bahwa kita tidak mungkin mengalami gangguan kesehatan mental, karena kenyataannya semua orang dapat mengalami stress dan kebanyakan tidak menyadari bahwa kesehatan mentalnya sedang terganggu. Kesehatan mental merupakan bagian yang penting dari keseluruhan kesehatan. Kesehatan mental tidak hanya mencakup emosi dan psikis, tetapi juga tentang bagaimana hubungan kita dengan sesama. Hal ini berperan besar dalam mempengaruhi bagaimana kita berpikir, merasa, dan bertidak. Karena itu, kesehatan mental sangatlah penting untuk dijaga.

Berikut beberapa tanda seseorang mengalami masalah kesehatan mental :

·         Adanya perubahan dalam pola makan dan pola tidur yang berarti (terlalu banyak/terlalu sedikit)

·         Menjauh dari lingkungan dan kegiatan yang biasa dilakukan

·         Tidak bersemangat

·        Tidak punya motivasi

·         Perasaannya menjadi tumpul, seolah-olah tidak ada yang terjadi dan tidak merasakan apa-apa

·         Merasa tidak berguna, tidak ada harapan, tidak ada masa depan

·         Mudah marah dan mood berubah-ubah

·         Merasa bingung, sedih, takut, khawatir, marah tanpa alasan yang jelas

·        Muncul pikiran untuk melukai diri sendiri

·        Sulit berkonsentrasi

·         Merasa bersalah karena tidak bisa melakukan kegiatan yang normal


Jika kalian mengalami satu atau bahkan beberapa dari gejala di atas, berikut beberapa tips dari WHO yang dapat digunakan

1.     Tidak terikait (hooked) pikiran dan perasaan yang ada

Semua orang mengalami stres, namun jika terlalu tinggi dapat mempengaruhi fisik maupun mental seseorang. Semua perasaan dan pikiran yang dialami dapat membawa pada masalah jika kita terlalu tekait (hooked) pada perasaan tersebut. Perasaan dan pikiran yang mengikat itu dapat mengakibatkan kita tidak bisa berkonsentrasi dan melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adalah dengan belajar melakukan segala sesuatu dengan fokus dan penuh perhatian, serta menikmati setiap kegiatan yang dilakukan, sehingga kita dapat mengatasi stres dengan lebih baik. Jika pikiran dan perasaan kita terlalu mendominasi, berhenti sejenak, bernafas perlahan, amati, dan rasakan apapun yang ada disekitar. Hal itu dapat membuat kita menyadari bahwa kecemasan kita hanya ada dalam pikiran dan seharusnya kita lebih berfokus pada kenyataan yang ada di depan mata kita.

2.   Melepaskan diri dari kaitan perasaan dan pikiran (unhooking)

Sadri dan tuliskan semua pikiran dan perasaan yang muncul saat sedang stress lalu perkatakan dalam hati ketika pikiran dan perasaan itu mengganggu. Setelah itu, berusahalah untuk kembali fokus (notice, name, refocus).

3.   Menuliskan nilai yang ingin kita hidupi dan menjadikannya pegangan

Nilai ini mendeskripsikan kita ingin menjadi orang seperti apa; bagaimana kita memperlakukan diri sendiri dan orang sekitar. Lalu berlatihlah melakukan hal-hal kecil berdasarkan nilai ini pada orang-orang yang kita kasihi.

4.  Berbuat baik

Kita perlu berbuat baik pada sesama dan diri sendiri. Ketika kita telah berhasil bersikap baik pada diri sendiri, kita juga akan dengan mudah bersikap baik pada orang lain dan merasa lebih bahagia.


Berikut terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga positive mental health :

·         Mencari fakta tentang covid melalui sumber yang terpercaya dan menghentikan beredarnya hoaks

·         Tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitas

·        Tetap rutin beribadah

·        Berusaha tetap aktif dan produktif (rencanakan jadwal harian)

·        Temukan tempat khusus yang kamu gunakan untuk melakukan pekerjaan / belajar

·        Tidur yang cukup dan usahakan untuk memiliki jam bangun dan tidur yang selalu sama setiap hari

·        Membantu teman dan keluarga dengan memberikan dukungan melalui telepon atau video call. Hal sederhana yang dilakukan dapat membantu orang yang kita kasihi agar tidak merasa sendiri dan kesepian

·       Berhenti sejenak membaca atau mendengar berita tentang COVID. Mendengar berita tentang COVID-19 terlalu sering dapat meningkatkan rasa takut dan stress.

·     Menjaga pola makan yang sehat dan berusaha makan dengan jadwal yang sama setiap hari

·      Berolahraga

·      Membersihkan rumah

·    Sisihkan waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan



Jadi, jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental kalian ya!


These are extraordinary circumstances. You don’t have to be perfect. Just do your best. This is not forever and will end at one point, and life will go back to normal -UNICEF-

 

 

 

Sumber :

https://www.mentalhealth.gov/basics/what-is-mental-health

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html

https://www.who.int/publications/i/item/9789240003927?gclid=CjwKCAjwiOv7BRBREiwAXHbv3PkB2iFznsw8v1K6qHWi-fJgBzwiykyYVXWGWupvCdzShQdB4TKK1xoCILcQAvD_BwE

https://www.unicef.org/serbia/en/how-organize-time-home-quarantine

 

Komentar